CIBINONG – Bawaslu Kabupaten Bogor bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor menggelar diskusi publik bertajuk "Monitoring dan Evaluasi Bawaslu Corner Semester I Tahun 2026 serta Penguatan Literasi Pengawasan Kepemiluan", Senin (31/8/2026), di Perpustakaan Umum Kabupaten Bogor. Forum ini sekaligus menjadi ajang membedah kinerja Bawaslu Corner selama enam bulan pertama tahun 2026, dari soal jumlah kunjungan sampai kondisi koleksi bukunya.

 

Bawaslu Corner ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor Nomor 000.4.6.3/830-bid.perpus tanggal 29 Oktober 2025. Sebulan setelahnya, Bawaslu Kabupaten Bogor menyerahkan 57 judul buku sebagai koleksi awal, sebelum sudut baca ini resmi dibuka untuk umum pada 26 November 2025. Kehadirannya melengkapi sejumlah program literasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor yang sudah berjalan lebih dulu, seperti Perpustakaan Keliling, Pustaka Ceria, layanan baca di Car Free Day yang selama April–Juni 2026 saja menjaring sekitar 3.000 pemustaka, hingga bimbingan teknis bagi pegiat literasi dan pengelola perpustakaan.

 

Dari data kunjungan Januari–Juni 2026 yang dipaparkan dalam forum, Bawaslu Corner rata-rata disambangi 55 orang setiap bulan. Angkanya relatif stabil: 52 pemustaka di Januari, sempat naik ke 57 pada Februari, lalu bergerak di kisaran 53 sampai 56 pada empat bulan berikutnya. Pemustakanya didominasi kalangan ASN dan mahasiswa yang banyak datang untuk mengerjakan tugas kuliah, mencari referensi, atau memanfaatkan program rutin "Selasa Membaca".

 

Soal penempatan, Bawaslu Corner ditempatkan di area ruang baca yang terhubung dengan layanan Inlislite, dilengkapi rak khusus dan banner agar mudah dikenali pemustaka. Pengelolaan koleksinya mengikuti kaidah kepustakawanan: dikatalogkan, diberi label, dan dilengkapi abstrak, dengan seluruh data sudah terintegrasi dalam sistem INLISLite. Untuk publikasinya, pengelola mengandalkan kode QR serta promosi lewat akun media sosial Bawaslu dan Perpustakaan Umum Kabupaten Bogor.

 

Diskusi publik ini dihadiri sekitar 60 peserta dari berbagai kalangan: komunitas pegiat literasi seperti Paguyuban Duta Baca Kabupaten Bogor, Forum TBM, ATPUSI, peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif Kabupaten Bogor, jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, pengelola Perpustakaan Bawaslu RI, perwakilan Bawaslu Provinsi Jawa Barat dan Bawaslu Kabupaten Bogor. Dua narasumber yang mengisi forum: Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Ibu dr. Nina Nurmasari, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan hasil evaluasi sekaligus arah pengembangan Bawaslu Corner, serta pengelola Perpustakaan Bawaslu RI yang berbagi strategi penguatan literasi pengawasan kepemiluan.

 

Dari hasil evaluasi dan masukan peserta, muncul beberapa rencana pengembangan untuk semester berikutnya. Di antaranya menata ulang posisi Bawaslu Corner agar makin mudah terlihat, serta menambah koleksi sesuai kebutuhan pemustaka, mulai dari tema demokrasi dan pendidikan pemilih sampai hoaks dan disinformasi. Ada pula usulan konten interaktif seperti video, infografis, dan kuis kepemiluan untuk pemilih pemula, sosialisasi lewat Car Free Day dan ruang publik lain, perluasan Bawaslu Corner ke titik layanan seperti Mal Pelayanan Publik, hingga memasang kode QR iBogorKab pada armada Perpustakaan Keliling supaya koleksi digitalnya lebih mudah diakses masyarakat yang jarang datang ke gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Bogor.

 

Seluruh rekomendasi ini rencananya dituangkan menjadi rencana kerja Semester II Tahun 2026, yang akan dipantau berkala oleh Bawaslu Kabupaten Bogor bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor. Harapannya, seperti yang mengemuka dalam forum, Bawaslu Corner tidak berhenti sebagai fasilitas simbolik semata, melainkan tumbuh menjadi ruang literasi yang aktif dan benar-benar dirasakan manfaatnya sebagai ruang literasi, kolaborasi, dan partisipasi warga Kabupaten Bogor dalam mengawal Pemilu.