1. AIR DAN API SERTA PUISI LAINNYA
 

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: Herdiansah et.al.

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor

: 978-623-92359-1-8

: x + 104 hlm

: 14 x 21 cm

Sinopsis

Buku kumpulan puisi ini merupakan himpunan karya yang lahir dari perenungan, pengalaman, dan kepekaan para penulis dalam memaknai kehidupan. Setiap puisi menyuguhkan beragam tema, mulai dari cinta, keluarga, persahabatan, pendidikan, alam, budaya, harapan, hingga refleksi terhadap dinamika kehidupan sehari-hari. Melalui pilihan kata yang sederhana namun sarat makna, setiap bait mengajak pembaca menyelami berbagai rasa, mengenali diri, serta menemukan nilai-nilai kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan.

Lebih dari sekadar rangkaian kata indah, buku ini menjadi ruang ekspresi yang mempertemukan beragam sudut pandang dan pengalaman para penulis. Keberagaman gaya penulisan menghadirkan warna tersendiri, sehingga setiap puisi memiliki karakter dan pesan yang unik. Kumpulan puisi ini diharapkan dapat menginspirasi, menggugah emosi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap dunia sastra dan budaya literasi.

Semoga setiap halaman dalam buku ini menjadi teman perjalanan bagi pembaca untuk merenung, menikmati keindahan bahasa, dan menemukan makna baru dalam setiap peristiwa kehidupan. Selamat membaca dan menikmati setiap bait yang tersaji.

 

 

 

 

2. BIDAK YANG TAK DIPERHITUNGKAN

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: H. Mohamad Tanwir

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Bogor

: 978-602-70465-4-2

: x + 138 hlm

: 14 x 21 cm

Sinopsis: 

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menginginkan sikap netral dalam Perang Dunia II (1939-1945), namun mayoritas rakyatnya mengharapkan keterlibatan langsung demi solidaritas historis dengan Inggris dan negara-negara sekutunya, Franklin Delano Roosevelt (FDR) Presiden AS saat itu bukan tak punya alasan untuk memilih netralitas dalam kebijakan politiknya, resesi ekonomi yang baru saja dilaui masih dirasakan AS sebagai memar dan bilur yang belum pulih sepenuhnya, di sisi lain negara-negara sekutu ditaklukan Jerman dan Italia, amat mengharapkan peran langsung AS.

FDR mencoba mencairkan suasana dengan rakyatnya melalui pidato kenegaraan yang disampaikan pada tanggal 3 September 1939, dengan menyatakan janjinya bahwa negara akan tetap netral, tetapi sikap kenetralannya akan ditambah dengan memberikan bantuan bagi negara-negara sekutu. Kalimat tetorik yang Cuma menegaskan ketidaktegasan.

Karena bila tanggal 7 Desember 1941 ratusan pesawat Jepang membombardir Pangkalan angkatan laut Amerika di Pearl Harbor, yang merupakan serangan tanpa pernyataan perang terlebih dahulu menjadikan AS terperangah, betapa tidak? Mereka siap secara fisik untuk serangan terburuk, namun karena pemerintahnya sendiri mengabaikannya, maka Jepang yang bagi AS Cuma bidak di papan catur perang dunia, namun tidak memperhitungkannya, cuma membuahkan kefatalan.

 

 

 

3. BUKU DIRI SERTA PUISI LAINNYA

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: Annisa Muttaqien et al

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor

: 978-623-92359-0-1

: viii+258

: 14 x 21 cm

Sinopsis

Buku Diri Serta Puisi Lainnya merupakan kumpulan puisi karya para penulis lokal Kabupaten Bogor yang berasal dari beragam latar belakang, di antaranya guru, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, serta pelajar tingkat SMP dan SMA. Keberagaman penulis menghadirkan sudut pandang yang kaya, menjadikan setiap puisi memiliki karakter, rasa, dan makna yang unik.

Melalui untaian kata yang puitis, buku ini mengangkat berbagai tema kehidupan, seperti refleksi diri, cinta, persahabatan, keluarga, pendidikan, lingkungan, budaya, hingga harapan akan masa depan. Setiap puisi menjadi media ekspresi yang merekam pengalaman, pemikiran, dan kepekaan penulis terhadap realitas di sekitarnya.

Kehadiran buku ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi bagi para penulis lokal, tetapi juga merupakan upaya untuk menumbuhkan budaya literasi, mengembangkan kreativitas, serta memperkenalkan potensi sastra Kabupaten Bogor kepada masyarakat luas. Diharapkan, Buku Diri Serta Puisi Lainnya mampu menginspirasi pembaca untuk semakin mencintai sastra, menghargai keberagaman perspektif, dan berani mengekspresikan gagasan melalui karya tulis.

 

 

 

4. CHRISTIAAN SNOUCK

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: H. Mohamad Tanwir

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor

: 978-602-70465-3-5

: x + 106 hlm

: 14 x 21 cm

Sinopsis

Setidaknya ada tiga pandangan berbeda tentang Snouck Hurgronje, pertama yang jelas-jelas membelanya dengan alasan warisan pemikirannya merupakan sumbangan yang amat berharga bagi dunia keilmua, tulisannya Het Mekkansche Feestdan De Atjehers merupakan maha karya yang tidak ada tolok bandingannya sampai saat ini, dua bukunya tersebut merupakan kebanggaan universitas Leiden sebagai almamaternya, dan tak pelak bagi Pemerintah Belanda sendiri, sebagai negara yang paling menikmati jasa Snouck Hurgronje saat perang kemerdekaan, khususnya dalam menumpas perlawanan rakyat aceh.

Yang kedua adalah yang samar-samar melihat perannya, umumnya mereka  yang di posisi ini adalah orang-orang yang pernah bersentuan langsung ataupun tidak dengannya. Dimasanya adalah para BB Ambtenar, para pamong dan pangreh praja serta para uleebalang di Aceh. Mereka bisa bersaksi bahwa Snouck Hurgronje adalah seorang muslim karena kefasihannya saat membaca ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist. Namun di sisi lain ada yang pernah bertanya tentang shalat seremonial Snouck karena dilakukan hanya pada saat bertemu dengan tokoh-tokoh agama dan adat, selain itu mereka tak pernah melihatnya melakukan kewajiban utama setiap Muslim itu.

Yang ketiga adalah yang memastikan Snouck Hurgronje adalah Cuma seorang bunglon semata, ini tak hanya kesimpulan mayoritas Muslim di Indonesia, namun di kalangan sebagian ilmuwan di Belanda sendiri, diwakili olen Van Koningsveld  dalam ceramahnya pada bulan November tahun 1979 di Lembaga ketimuran Belanda -yang didirikan Snouck- ia membongkar segala ambiguitas dan kepalsuannya. Esai ini mencoba mengupas peran Sang Bunglon.

 

 

 

 

 

5. GURU DI PUSARAN ZAMAN

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: Titik Suryani

: Dinas Arsip dan Perpustakan Kabupaten Bogor

: 978-602-70465-6-6

: xii + 84 hlm

: 14 x 21 cm

 

Sinopsis

Guru dan zaman, wacana yang berkelindan. Faktanya, zaman menuntut guru mengikutinya, padahal gurulah yang mendorong perubahan zaman melalui Pendidikan yang terus tumbuh. Tuntutan zaman decade saat ini lebih beragam. Tak hanya meminta guru untuk berkembang dalam segi keilmuan. Inovasi, cermat menemukan kekeliruan dalam proses pembelajaran, dan dorongan-doroangan. Keahlian lain sejatinya tuntutan yang tidak dapat diabaikan.

Guru, dalam prosesnya mencari jati diri dan memenuhi empat kompetensi pendidik kerap melupakan proses refleksi. Padahal perenungan-perenungan dalam proses refleksi diri dapat memunculkan kesadaran guru memperbaiki proses pembelajaran.

Artikel-artikel dalam buku ini merupakan himpunan catatan-catatan seorang guru terhadap dunia Pendidikan. Kekentalan Bahasa seorang “guru” menjadi ciri khas pada buku ini. Tulisan- tulisan dalam buku ini diharapkan mampu mendorong guru-guru lain tergerak mempolareflesikan sebagai praktek keseharian sehingga memunculkan motivasi agar merdeka belajar. Belajar dari hasil refleksi, belajar dengan bertanya pada rekan guru lain, atau belajar bersinergi dengan rekan pendidik lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. KEARIFAN BUDAYA LOKAL KAMPUNG URUG

 

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: Atikah

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor

: 978-602-70465-5-9

: viii+ 71

: 14 x 21 cm

Sinopsis

Kampung adat Urug adalah sebuah kampung yang sarat akan kearifan lokal dan kaya akan warisan budaya. Pesona Kampung Adat Urug masyarakat zaman kerajaan. Kampung Urug merupakan peninggalan peradaban masa silam yang hingga kini ketradisiannya masih terjaga. Masyarakat yang bertempat tinggal di kampung tersebut satu dengan yang lainnya merupakan saudara, dalam istilah sunda hubungan ini disebut Tetali Kahuripan

Untuk kamu yang  ingin lebih memahami dan menambah pengetahuan tentang cagar budaya, buku ini bisa menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin mengetahui pesona serta kearifan budaya Kampung Adat Urug. Diantaranya kegiatan-kegiatan yang sulit kita temui diperkotaan, yaitu 5 perayaan wajib dalam 1 tahun. Mau tau perayaan apa saja? Yuk kita baca Bersama bukunya!

 

 

 

7. KUMPULAN CERPEN REMAJA RUMAH WEGGEL

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: Dimas Trio Satrio, dkk.

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Bogor

: 978-602-70465-8-0

: viii+ 68 hlm

:14 x 21 cm

Sinopsis:

Kumpulan cerpen ini merupakan salah satu hasil karya yang ditulis oleh anak-anak literasi di SMP Negeri 1 Tanjungsari Kabupaten Bogor, yang berjumlah 10 cerpen. Bermula dari sebuah tantangan, kini menjadi sebuah hobi yang digemari oleh anak-anak literasi. Bahkan salah satu cerpen yang berjudul “Rumah Weggel”, meraih juara ke-3  lomba cipta cerpen pada kegiatan Festival Literasi Sekolah (FLS) jenjang SMP tingkat kabupaten Bogor tahun 2019.

 

Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri menyaksikan sekaligus memotivasi mereka untuk terus menghasilkan karya-karya yang luar biasa berdasarkan imajinasi dan sudut pandang mereka, ditengah minimnya tingkat minat baca dan menulis siswa di zaman milenial ini. Dengan gaya Bahasa seadanya, polos, dan mungkin jauh dari sempurna, setidaknya mereka mempunyai keberanian untuk menciptakan sebuah pengalaman baru di salah satu proses kehidupan mereka dalam bentuk sebuah tulisan sederhana, tetapi bermakna.

 

 

 

 

8. PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

 

Spesifikasi

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: Priyo Eko Wahono, dkk.

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Bogor

: 978-602-70465-2-8

: vi + 138 hlm

: 14 x 21  cm

Sinopsis

 

Buku Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah menyajikan panduan komprehensif mengenai tata kelola perpustakaan sekolah sesuai dengan prinsip dan standar penyelenggaraan perpustakaan. Materi diawali dengan pembahasan mengenai konsep dasar perpustakaan sekolah, meliputi pengertian, tujuan, fungsi, serta struktur organisasi sebagai landasan dalam penyelenggaraan perpustakaan yang efektif.

Selanjutnya, buku ini menguraikan unsur-unsur utama yang menjadi penunjang keberhasilan penyelenggaraan perpustakaan, yaitu sumber daya manusia (SDM), pengelolaan anggaran, gedung dan sarana prasarana yang sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan, pengembangan koleksi bahan pustaka, serta penyelenggaraan layanan perpustakaan yang berorientasi pada kebutuhan pemustaka.

Sebagai upaya meningkatkan minat kunjung dan budaya baca di lingkungan sekolah, buku ini juga membahas strategi promosi perpustakaan, meliputi fungsi, prinsip, unsur pendukung, serta berbagai metode promosi yang dapat diterapkan secara kreatif dan efektif.

Di era digital, pengelolaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, buku ini turut mengulas penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam administrasi dan pengelolaan perpustakaan sekolah, sehingga proses layanan, pengelolaan koleksi, dan administrasi perpustakaan dapat dilaksanakan secara lebih efisien, modern, dan profesional.

Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kepala sekolah, pengelola perpustakaan, pustakawan, guru, mahasiswa, serta seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan perpustakaan sekolah sebagai pusat belajar, pusat informasi, dan pusat literasi di lingkungan pendidikan.

 

 

 

9. SANG GARUDA DI DADAKU

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: Siti Aisah

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor

: 978-602-70465-7-3

: x + 68 hlm

: 14 x 21 cm

Sinopsis:

“Jadi ini Si Nisaetus Bartelsi itu?” Tanya Didi tak bisa menyembunyikan kekagumannya, sesaat kami tiba di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa di Kampung Loji Desa Pasir Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor.  Ahmad Mujawidi Hidayat yang akrab disapa Didi adalah siswa kelas dua Sekolah Dasar, kegemarannya bermain bola. Kebanggaan memasang Garuda di dadanya membuat Didi penasaran hingga mengunjungi Pusat Suaka Satwa Elang Jawa.

 

Bagaimana kisah Didi hingga ia begitu tertarik dengan Burung Elang Jawa, sang lengendaris yang diyakini dari kesamaan bentuk dan ciri-cirinya sebagai Garuda lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Simak kisahnya, serta dapatkan informasi edukasi yang disajikan dalam bentuk dialog.

 

Buku ini layak dibaca anak-anak, pemuda, juga orang tua, agar wawasan kebangsaan tentang lambang negara tetap melekat dan menjadi kebanggaan. Menjadi lebih lengkap dengan dialog berisi petunjuk menuju lokasi Pusat Suaka Satwa Elang Jawa yang menjadi dikal bakal kebanggan memasang Garuda di dadaku.

 

 

 

10. TUJUH PENDAKI DAN CERITA LAINNYA

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: Maria Ulfa A., dkk.

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor

: -

: viii + 162 hlm

: 14 x 21 cm

Sinopsis:

Cerpen-cerpen menarik dari berbagai tema yang dikupas dan diceritakan dengan suguhan bahasa yang mudah dipahami. Tidak hanya sekedar menceritakan tentang kehidupan di alam nyata yang berkaitan dengan dunia sekolah, melainkan imajinasi dari para pengarang yang merupakan siswa-siswi SMP di Kabupaten Bogor, dengan mengkombinasikan dunia nyata dan dunia astral.

 

 

 

 

11. SEJARAH PERJUANGAN RAKYAT JASINGA

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: Didin RA Dien

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor

: -

: hlm

: 14 x 21 cm

Sinopsis:

Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya ditulis di kota-kota besar, tetapi juga lahir dari desa-desa yang dipenuhi semangat pengorbanan. Jasinga adalah salah satunya. Di wilayah yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Bogor ini, para ulama, santri, pemuda, tokoh masyarakat, dan rakyat biasa bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada masa revolusi fisik 1945–1950.

Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan sejarah Jasinga sejak kabar Proklamasi Kemerdekaan tiba, lahirnya pemerintahan Republik di tingkat lokal, pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI), perjuangan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Hizbullah, dan Sabilillah, hingga berbagai pertempuran heroik melawan pasukan Sekutu dan Belanda. Kisah-kisah pengorbanan para syuhada di Sindang Barang, perjuangan gerilya, serta peran Jasinga sebagai benteng pertahanan dan pusat pemerintahan darurat Kabupaten Bogor menjadi bagian penting yang diangkat dalam buku ini.
Disusun berdasarkan jejak sejarah, kesaksian, dan dokumentasi yang berhasil dihimpun, buku ini tidak hanya menjadi catatan peristiwa, tetapi juga penghormatan kepada para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan bersama yang harus terus dikenang, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Lebih dari sekadar buku sejarah lokal, karya ini merupakan upaya merawat memori kolektif bangsa, agar nama-nama yang selama ini nyaris terlupakan tetap hidup dalam ingatan. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan jasa para pendahulunya.