BIDAK YANG TAK DIPERHITUNGKAN

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: H. Mohamad Tanwir

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Bogor

: 978-602-70465-4-2

: x + 138 hlm

: 14 x 21 cm

Sinopsis: 

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menginginkan sikap netral dalam Perang Dunia II (1939-1945), namun mayoritas rakyatnya mengharapkan keterlibatan langsung demi solidaritas historis dengan Inggris dan negara-negara sekutunya, Franklin Delano Roosevelt (FDR) Presiden AS saat itu bukan tak punya alasan untuk memilih netralitas dalam kebijakan politiknya, resesi ekonomi yang baru saja dilaui masih dirasakan AS sebagai memar dan bilur yang belum pulih sepenuhnya, di sisi lain negara-negara sekutu ditaklukan Jerman dan Italia, amat mengharapkan peran langsung AS.

FDR mencoba mencairkan suasana dengan rakyatnya melalui pidato kenegaraan yang disampaikan pada tanggal 3 September 1939, dengan menyatakan janjinya bahwa negara akan tetap netral, tetapi sikap kenetralannya akan ditambah dengan memberikan bantuan bagi negara-negara sekutu. Kalimat tetorik yang Cuma menegaskan ketidaktegasan.

Karena bila tanggal 7 Desember 1941 ratusan pesawat Jepang membombardir Pangkalan angkatan laut Amerika di Pearl Harbor, yang merupakan serangan tanpa pernyataan perang terlebih dahulu menjadikan AS terperangah, betapa tidak? Mereka siap secara fisik untuk serangan terburuk, namun karena pemerintahnya sendiri mengabaikannya, maka Jepang yang bagi AS Cuma bidak di papan catur perang dunia, namun tidak memperhitungkannya, cuma membuahkan kefatalan.