CHRISTIAAN SNOUCK

 

Spesifikasi:

Penulis

Penerbit

ISBN

Halaman  

Ukuran

: H. Mohamad Tanwir

: Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor

: 978-602-70465-3-5

: x + 106 hlm

: 14 x 21 cm

Sinopsis

Setidaknya ada tiga pandangan berbeda tentang Snouck Hurgronje, pertama yang jelas-jelas membelanya dengan alasan warisan pemikirannya merupakan sumbangan yang amat berharga bagi dunia keilmua, tulisannya Het Mekkansche Feestdan De Atjehers merupakan maha karya yang tidak ada tolok bandingannya sampai saat ini, dua bukunya tersebut merupakan kebanggaan universitas Leiden sebagai almamaternya, dan tak pelak bagi Pemerintah Belanda sendiri, sebagai negara yang paling menikmati jasa Snouck Hurgronje saat perang kemerdekaan, khususnya dalam menumpas perlawanan rakyat aceh.

Yang kedua adalah yang samar-samar melihat perannya, umumnya mereka  yang di posisi ini adalah orang-orang yang pernah bersentuan langsung ataupun tidak dengannya. Dimasanya adalah para BB Ambtenar, para pamong dan pangreh praja serta para uleebalang di Aceh. Mereka bisa bersaksi bahwa Snouck Hurgronje adalah seorang muslim karena kefasihannya saat membaca ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist. Namun di sisi lain ada yang pernah bertanya tentang shalat seremonial Snouck karena dilakukan hanya pada saat bertemu dengan tokoh-tokoh agama dan adat, selain itu mereka tak pernah melihatnya melakukan kewajiban utama setiap Muslim itu.

Yang ketiga adalah yang memastikan Snouck Hurgronje adalah Cuma seorang bunglon semata, ini tak hanya kesimpulan mayoritas Muslim di Indonesia, namun di kalangan sebagian ilmuwan di Belanda sendiri, diwakili olen Van Koningsveld  dalam ceramahnya pada bulan November tahun 1979 di Lembaga ketimuran Belanda -yang didirikan Snouck- ia membongkar segala ambiguitas dan kepalsuannya. Esai ini mencoba mengupas peran Sang Bunglon.